Mengatasi Overthinking ala Buku Filosofi Teras


Sumber : pixabay.com/id/photos/buku-halaman-bab-membuka-buka-buku-1283865/

Pernahkah kamu merasa pikiranmu dipenuhi kekhawatiran yang tak berujung? Saat ingin tidur, malah teringat hal-hal kecil yang mungkin salah di masa lalu atau kemungkinan buruk di masa depan. Inilah yang disebut overthinking—ketika kita terlalu banyak berpikir hingga akhirnya merusak ketenangan hati.

Dalam buku "Filosofi Teras" karya Henry Manampiring, dijelaskan sebuah ajaran kuno yang bisa membantu kita keluar dari lingkaran overthinking ini. Ajaran ini disebut Stoikisme, sebuah filosofi yang berasal dari Yunani Kuno namun masih sangat relevan untuk kehidupan modern.


Mengenal Stoikisme dan Dikotomi Kendali

Salah satu konsep utama dalam Stoikisme yang dibahas di "Filosofi Teras" adalah Dikotomi Kendali. Konsep ini mengajarkan kita untuk memisahkan apa yang bisa kita kendalikan dan apa yang tidak. Misalnya, kamu bisa mengendalikan usaha yang kamu lakukan, tapi hasil akhirnya bukan sepenuhnya di tanganmu. Jika kita terus memikirkan hal-hal yang di luar kendali kita, seperti apa yang orang lain pikirkan atau bagaimana masa depan akan berjalan, kita hanya akan menguras energi tanpa hasil.


Latihan Mental untuk Menjaga Pikiran Tetap Tenang

Henry juga memperkenalkan beberapa latihan mental Stoik yang bisa membantu mengatasi overthinking. Salah satunya adalah pra-meditatio malorum, yang artinya membayangkan hal buruk sebelum terjadi. Bukan untuk membuat kita pesimis, tapi justru untuk mempersiapkan diri agar lebih tenang jika hal tersebut benar-benar terjadi. Dengan cara ini, kita tidak akan terlalu terkejut atau cemas saat menghadapi situasi sulit.


Menerima Kenyataan dengan Lapang Dada

Seringkali, overthinking terjadi karena kita tidak bisa menerima kenyataan. Padahal, Stoikisme mengajarkan untuk menerima realitas apa adanya. Misalnya, saat kamu menghadapi situasi sulit, bukannya terus menerus memikirkan “Kenapa ini terjadi pada saya?” cobalah menerima bahwa memang inilah kenyataan yang harus dihadapi. Dengan menerima kenyataan, kita bisa fokus mencari solusi daripada terus terjebak dalam pikiran negatif.


Contoh Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

Bayangkan kamu mendapat kritik di tempat kerja. Alih-alih terus memikirkan apa yang salah dan menyalahkan diri sendiri, terapkan konsep Stoikisme. Fokuslah pada apa yang bisa kamu perbaiki ke depannya dan lepaskan hal-hal yang sudah terjadi di luar kendalimu. Cara ini akan membuatmu lebih tenang dan mampu mengambil tindakan yang lebih bijak.


Kesimpulan

Mengatasi overthinking memang tidak mudah, tapi dengan menerapkan ajaran Stoikisme dari buku "Filosofi Teras," kita bisa mulai melatih pikiran untuk lebih tenang dan bijaksana. Ingatlah untuk fokus pada apa yang bisa kamu kendalikan, berlatih menerima kenyataan, dan jangan biarkan pikiranmu terjebak dalam hal-hal yang tidak bisa diubah. Dengan begitu, hidupmu akan lebih tenang dan kamu bisa menghadapi tantangan dengan kepala dingin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psychology of Emotion: Buku yang Bikin Paham Cara Kerja Emosi

Menikmati Keindahan Air Terjun Tama’lulua

Research study activities with the media Simak Berita