Standar Kecantikan dan Bagaimana Menghadapinya

Source : unsplash.com (Photo by Alexander Grey)


Standar kecantikan adalah pandangan atau ekspektasi tentang bagaimana seseorang seharusnya terlihat atau berpenampilan untuk dianggap "cantik" dalam suatu budaya atau masyarakat. Standar ini dapat mencakup kriteria fisik seperti bentuk tubuh, warna kulit, bentuk wajah, atau kriteria lainnya yang dianggap ideal oleh masyarakat tertentu.

Standar kecantikan seringkali menjadi kendala besar bagi seseorang untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, yang pada akhirnya mengurangi kepercayaan diri dan bahkan memunculkan masalah psikologis seperti rasa insecure. Standar ini melekat kuat dalam beberapa komunitas, termasuk di Indonesia, di mana wanita yang dianggap sering dinilai dengan kriteria seperti kulit putih, rambut panjang, gigi rapi, tinggi, dan langsing, serta berbagai kriteria lainnya. Orang yang tidak memenuhi standar ini sering kali menjadi sasaran ejekan, baik secara langsung maupun di media sosial. Contohnya, istilah "Aura Magrib" digunakan untuk mengolok-olok orang yang tidak memiliki kulit putih.

Lebih buruknya lagi, standar kecantikan ini tidak hanya mempengaruhi kehidupan sosial tetapi juga bisa membatasi kesempatan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan, karena beberapa perusahaan memprioritaskan penampilan fisik dalam proses rekrutmen.

Sebagai seseorang yang tidak memenuhi standar kecantikan ini, saya juga pernah merasakan dampak negatifnya secara langsung. Beberapa tahun lalu, saya mengalami masa di mana saya takut untuk mengekspresikan diri saya. Setiap kali berada di depan orang banyak, saya merasa tidak percaya diri dan merasa kurang menarik dibandingkan orang lain. Saya bahkan takut untuk melihat foto diri sendiri, yang pada akhirnya membuat saya lupa untuk menghargai dan mencintai diri sendiri.

Namun, akhirnya saya menyadari bahwa untuk menjadi menarik dan cantik, saya tidak perlu memenuhi standar yang ditetapkan oleh lingkungan saya. Mengejar standar ini hanya membuat saya merasa lelah dan tidak percaya diri tanpa henti. Saat saya mulai menyadari apa yang memicu perasaan tidak insecure ini, saya belajar untuk mengatasinya dengan cara yang positif. Langkah pertama yang sederhana adalah belajar untuk menghargai dan mencintai diri sendiri, serta meyakinkan diri bahwa kecantikan itu beragam. Kecantikan tidak harus berarti kulit putih, tinggi, atau kriteria fisik lainnya. Yang penting adalah bagaimana kita menunjukkan keunikan dalam diri kita sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psychology of Emotion: Buku yang Bikin Paham Cara Kerja Emosi

Menikmati Keindahan Air Terjun Tama’lulua

Research study activities with the media Simak Berita