PROYEK AKHIR Teori Komunikasi


PROYEK AKHIR

Mata kuliah Teori Komunikasi

Dosen pengampu : Dr. Nurming Shaleh,M.si

 



Oleh : kelompok 10

Anggota:

 

Ø  Akram Saharuddin

Ø  Andi Tenringka

Ø  Santi Auliah

 

 

PRODI BUSINESS ENGLISH COMMUNICATION

FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2021





PENDAHULUAN

 Komunikasi merupakan sebuah bagian penting yg tidak bisa dipisahkan dari  asal kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.Tanpa adanya komunikasi manusia tak dapat hidup dengan baik. Secara etimologis, istilah komunikasi berasal dari Bahasa latin “communicate” yg berarti  “memberikan”.

Dari asal katanya, komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian makna yang berasal dari suatu entitas atau gerombolan  ke gerombolan  lainnya melalui penggunaan tanda, symbol, dan  aturan semiotika yang dipahami beserta.

Sementara itu, komunikasi terjadi tentunya melalui sebuah proses. Proses komunikasi biasanya dimulai menggunakan adanya bahan pembicaraan yg dilontarkan oleh pembicara yg lalu diterima sang penerima

Komunikasi pula berperan penting dalam global usaha, komunikasi bisnis adalah proses mengembangkan isu antara orang didalam dan  diluar bisnis. Komunikasi usaha yg efektif adalah cara karyawan serta manajemen berinteraksi buat mencapai tujuan bisnis. Tujuannya ialah untuk menaikkan praktik bisnis dan  mengurangi kesalahan. Pentingnya komunikasi bisnis juga terletak di penyajian opsi atau wangsit baru, peencanaan proposal bisnis, membentuk keputusan, pencapaian kesepakatan , pengiriman dan  pemenuhan pesanan dalam berbisnis hingga kesuksesan penjualan.

Agar menerima bisnis yang sukses, diharapkan adanya taktik yang baik. strategi komunikasi dalam bisnis jua hal yang tidak boleh dilupakan, karena Bila proses komunikasi berjalan dengan baik, peluang buat kesuksesan usaha anda pula akan lebih besar .


 


PEMBAHASAN

A.    Pengertian Strategi komunikasi dalam bisnis manajemen

Strategi komunikasi dalam bisnis manajemen adalah rencana yang melalui perusahaan agar dapat mencapai tujuan komunikasi. Ini merupakan elemen yang berbeda seperti menetapkan tujuan berkomunikasi, memilih target pasar, dan kemudian merumuskan rencana.Strategi komunikasi bisnis mempertimbangkan berbagai cara dan menawarkan satu visi untuk menetapkan apa, bagaimana, kapan, dan mengapa orang harus berkomunikasi.

          Komunikasi dalam manajemen diibaratkan sebagai “minyak pelumas” bahkan GR. Terry mengatakan bahwa management is communications. Dari pendapat tersebut terlihat betapa pentingnya peran komunikasi dalam kegiatan manajemen.

 

GR. Terry mengemukakan bahwa dalam suatu kegiatan manajemen terdapat lima bentuk komunikasi, antara lain:

1.      Komunikasi formal. Biasanya terjadi dalam jalur komunikasi formal, memiliki wewenang dan tanggung jawab yaitu melalui instruksi-instruksi bentuk lisan dan tulisan sesuai dengan prosedur secara fungsional yang berlaku dari arus atasan ke bawahan atau sebaliknya.

2.      Komunikasi non-formal, yaitu di luar komunikasi formal, terjadi secara spontan. Misalnya Sumbang saran yang berkaitan dengan tugas, kewajiban.Efektif digunakan dalam perusahaan yang bersifat padat karya dengan jumlah pekerja cukup banyak, dan tidak terlalu teknis.

3.      Komunikasi informal. Seperti halnya komunikasi non formal namun lebih menekankan pada aspek human relations-nya. Atau dengan kata lain digunakan dalam permasalahan di luar pekerjaan secara langsung.

4.      Komunikasi teknis. Biasanya hanya dilakukan dan dimengerti oleh orang-orang tertentu saja yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

5.      Komunikasi prosedural. Biasanya dekat dengan komunikasi formal, diwujudkan misalnya dalam bentuk pemberian laporan tahuan/bulanan, instruksi tertulis, memo dan lain-lain.

Empat alasan yang dapat dikemukakan sebagai landasan signifikansi bagi pengembangan subdisiplin ilmu manajemen komunikasi di dalam situasi globalisasi dewasa ini. Alasan tersebut adalah :

 

Terkait dengan tujuan ilmu komunikasi, Menurut Soesanto (1976), komunikasi bertujuan untuk menciptakan keharmonisan diantara pelaku-pelaku komunikasi.Pola tindakan komunikasi untuk mencapai itu semua bukan hanya reaktif semata-mata, tetapi juga harus penuh dengan strategi.Manajemen komunikasi yang menggabungkan antara pendekatan manajemen dengan pengelolaan komunikasi memungkinkan kita untuk mewujudkan keharmonisan dalam komunikasi yang kita lakukan.

Didasarkan pada karakteristik ilmu komunikasi. Karakteristik ilmu komunikasi antara lain bersifat irreversible, kompleks, berdimensi sebab akibat, dan mengandung potensi problem. Dilihat dari karakteristik tersebut suatu proses komunikasi sangatlah rumit. Maka suatu tindakan komunikasi haruslah dikelola secara tepat.Disinilah subdisiplin manajemen komunikasi dapat memberikan kontribusinya.

Terkait dengan kebutuhan fungsionalisasi ilmu komunikasi didalam upaya menciptakan/ knowledge worker di bidang komunikasi.Knowledge worker adalah tenaga komunikasi yang memiliki wawasan teoritis tentang komunikasi dan memiliki keterampilan dalam mengaplikasikan ilmu tersebut.Dalam studi manajemen komunikasi, suatu model pembelajaran komunikasi yang mengarah pada pembekalan meaningful knowledge dan meaningful skills dapat dikonstruksi.

Adanya asumsi peran ilmu manajemen akan semakin dominan dalam abad XXI sementara peran ilmu komunikasi akan semakin dibutuhkan dalam era globalisasi. Berdasarkan asumsi tersebut, maka kedua disiplin ilmu ini bersinergi dalam memecahkan berbagai persoalan sosial-komunikasi di masa sekarang dan akan datang.

Komunikasi dipandang sebagai sentral elemen-elemen lainnya dalam kegiatan manajemen organisasi.Alasan pertama, komunikasi memiliki fungsi untuk mempertemukan antara tujuan organisasi dengan terget hasil yang dicapai.Kedua, berfungsi untuk mengadaptasikan perubahan lingkungan organisasi.Ketiga, untuk membina hubungan antar anggota organisasi dalam melaksanakan berbagai tugas (beban kerja) organisasi.Untuk itu, kemampuan komunikasi yang efektif menjadi hal yang mutlak harus dimiliki oleh seorang pelaku organisasi.

Sementara Onong U Effendy mengelompokkan komunikasi dalam manajemen menjadi tiga dimensi, yaitu:

Komunikasi vertikal, yaitu arus komunikasi dua arah timbal balik dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, bisa dari atas ke bawah (downward communication) dan bisa dari bawah ke atas(upward communication).

Komunikasi horizontal, merupakan komunikasi satu level yang terjadi antara satu karyawan dengan karyawan lainnya atau pimpinan satu departemen dengan departemen lainnya dalam satu tingkatan dan lain sebagainya.

Komunikasi eksternal, Berlangsung secara dua arah antara pihak organisasi/lembaga dengan pihak luar. Komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi ditentukan oleh kebijakan dan arus informasi yang ada dalam organisasi tersebut. Arus informasi akan membentuk pola-pola hubungan atau jaringan komunikasi.


B.     Mengapa Strategi Komunikasi Penting?

Menerapkan strategi komunikasi memungkinkan karyawan untuk merujuk pada rencana standar untuk berinteraksi dengan manajer, kolega, dan klien. Siapa pun membutuhkan strategi komunikasi yang membantu mencapai tujuan mereka.Tanpa strategi komunikasi, Anda mempertaruhkan segalanya berputar di luar kendali.Tanpa strategi komunikasi, Anda tidak dapat memobilisasi orang yang Anda perlukan.


C.   Strategi Komunikasi Pada Bisnis Manajemen 

1.      Analisis SWOT

Analisis situasi dalam melakukan perencanaan komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai berbagai pendekatan. Misalnya adalah analisis matriks, analisis H dan analisis SWOT. Analisis yang paling sering dan mudah untuk dilakukan adalah analisis SWOT yaitu analisis yang menggunakan pendekatan dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, tantangan dan peluang. Tabel analisis SWOT biasanya digunakan untuk membuat skoring atau menimbang antara kekuatan dan kelemahan serta antara tantangan dan peluang. Terdapat empat quadran yang dapat dilihat serta dirumuskan strategi melalui poin poin yang dihasilkan dari tiap quadran. Dalam melakukan analisis SWOT kita diharapkan mampu melihat 2 ruang yaitu internal dan eksternal yang akan dianalisis.

Analisis situasi diharapkan akan mampu memberikan gambaran yang faktual terhadap objek yang menjadi kajian. Jika analisis dilakukan secara akurat maka dapat mengidentifikasi peluang keberhasilan secara akurat serta peluang yang dapat diambil. Melalui hasil yang akurat akan memunculkan tindakan yang strategis sehingga memunculkan peluang keberhasilan yang cukup.

 

2.      Analisis audiens

Analisis audiens dalam strakom dikenal juga dengan analisis demografi. Analisis demografi dapat dipahami sebagai istilah untuk melakukan klasifikasi audiens berdasarkan kategori jenis kelamin. Umur, tingkat pendidikan, status sosial, status ekonomi, style atau gaya hidup , hobby dan lingkungan. Analisis demografi digunakan untuk menentukan jenis pendekatan dan digunakan sebagai dasar pembuatan pesan agar sesuai dengan selera dari audiens. Selain itu lokasi geografis dalam demografi juga dibedakan berdasarkan tempat tinggal seperti urban, rural atau sub-urban.

Analisis audiens menjadi penting karena dalam komunikasi pesan harus spesifik dan tepat sasaran. Misalkan kita mengetahui ada berbagai jenis sabun mandi, dari sabun kesehatan atau sabun kecantikan. Secara otomatis target audiens dari kedua produk sabun itu jelas berbeda dan diperlukan analisis demografi yang tepat untuk menjangkau audiens sesuai dengan karakteristiknya.

Strategi komunikasi bagi komunikator merupakan strategi yang harus disusun oleh penyampai pesan. Dalam melakukan komunikasi, seorang komunikator harus memperhitungkan banyak hal seperti mengenali audiens, latar belakang audiens, motif, jumlah serta berbagai situasi seperti bagaimana hubungan atara komunikator dengan audiens atau dalam situasi yang seperti apa komunikasi dilakukan.

Strategi merancang pesan menjadi bagian dari strakom. Merancang pesan komunikasi yang baik dan tepat sasaran menjadi salah satu kunci keberhasilan komunikasi. Pesan komunikasi seperti apa yang baik? Tentu yang sesuai dengan image produk, dapat diterima oleh audiens, singkat, padat, jelas dan lugas. Pesan yang mudah diingat dan unik. Kenapa unik karena banyaknya informasi membuat kita harus bersaing dengan pesa pesan lainnya sehingga ketika unik maka akan mudah diingat.

Memilih media komunikasi juga menjadi bagian dari perencanaan yang harus dilakukan. Kita mengenal istilah bauran media yaitu bagaimana menggunakan berbagai media komunikasi dalam satu program komunikasi dan saling dukung antara satu media dan lainnya. Perlu diketahui bahwa saat ini terdapat berbagai jenis media, berbagai bentuk dan banyak sifat media. Sebagai contoh ada media cetak , media elektronik atau klasifikasi media analog dan media digital. Setiap media memiliki sifat dan karakteristik sendiri, sehingga perlu diketahui agar dalam memilih media kita bisa tepat dan mampu menjangkau audiens dengan baik.

Memilih media pun harus disesuaikan dengan produk atau jenis pesan yang akan kita sampaikan. Memilih media juga harus dikalkulasi terkait biaya yang harus kita bayarkan ketika menggunakan spacenya. Waktu penanyangan dan seberapa sering dalam menggunakan media menjadi penting agar pesan yang kita sampaikan dapat menjangkau audiens diwaktu dan cara yang tepat.

Bagian perencanaan komunikasi menjadi penting karena jika perencanaan berjalan baik maka bisa dikatakan kesuksesan semakin dekat. Namun jika perencanaan lemah atau salah dalam melakukan perencanaan maka sudah tentu komunikasi yang dilakukan tidak akan berjalan baik. Sesuai dengan tujuan perencanaan, ketika strateginya tepat maka akan semakin dekat dengan goals yang diharapkan.

Apa saja yang harus dilakukan dalam managemen komunikasi ? managemen komunikasi merupakan pengaturan komunikasi dalam rangka melaksanakan perencanaan yang telah dibuat. Pengaturan dilakukan agar rencana yang telah disusun dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan harapan yang diinginkan.

Managemen komunikasi meliputi pelaksanaan kegiatan, monitoring serta evaluasi program komunikasi. Siapa yang melaksanakan, timetable kegiatan hingga panduan yang disusun dalam perencanaan. Monitoring dilakukan agar apa yang sudah direncanakan dapat diimplementasi dalam kegiatan yang terarah. Evaluasi menjadi bagian penting karena dengan pengawasan maka potensi kegagalan dan ketidak sesuaian rencana dapat diminimalisir. Evaluasi dilakukan pada pertengahan atau akhir kegiatan sedangkan monitoring dilaksanakan selama waktu kegiatan berlangsung.



KESIMPULAN

Berdasarkan uraian diatas mengenai strategi komunikasi pada bisnis manajemen, dapat disimpulkan bahwa untuk kelancaran bisnis yang baik diperlukan adanya strategi komunikasi yang tepat. Perang komunikasi sangatlah penting dalam segala bidang, sama halnya juga pada bisnis manajemen.

Komunikasi dalam bisnis manajemen adalah Menerapkan strategi komunikasi yang memungkinkan karyawan untuk merujuk pada rencana standar untuk berinteraksi dengan manajer, kolega, dan klien. Strategi komunikasi memastikan bahwa setiap orang yang terlibat memiliki informasi yang memadai untuk mengomunikasikannya, menjaga konsistensi di tempat kerja, dan mencegah ambiguitas apa pun.



DAFTAR PUSTAKA

(Ivanovo), O. (2020). What is communication strategy, 20-22.

Asbury, D. P. (2021, january 04). Deigning communication strategy for increasing public transit. Northern America, United States: SAGE Publications : SAGE business cases originals.

 

nuraflah, C. a. (2020). The communication strategy.

Pryiwidodo, G. d. (2021). THE COMMUNICATION STRATEGY OF DIGITAL BASED MEDIA ORGANIZATIONS.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psychology of Emotion: Buku yang Bikin Paham Cara Kerja Emosi

Menikmati Keindahan Air Terjun Tama’lulua

Research study activities with the media Simak Berita